RAPBN 2013 Berasumsi Kurs Rp9.300 Per Dolar

Kamis, 16 Agustus 2012 23:22 WIB  |  EkonomiFinansial  |  Dibaca : 147

IPOSnews, 16/8 (JAKARTA) – Salah satu asumsi utama yang dipakai untuk menentukan besaran RAPBN 2013, ialah nilai kurs rupiah sebesar Rp9.300 per dolar, harga minyak 100 dolar AS per baler, dan laju inflasi 4,9 persen.

Pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengemukakan, di Jakarta, Kamis (16/8) malam, asumsi pertumbuhan ekonomi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 itu sebesar 6,8 persen atau lebih tinggi dibanding asumsi pertumbuhan ekonomi di APBN Perubahan 2012, yakni 6,5 persen.

Presiden Yudhoyono mengatakan hal ini pada pidato penyampaian keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang Undang (RUU) tentang RAPBN 2013 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta.

Selain pertumbuhan ekonomi, selengkapnya Pemerintah menetapkan asumsi laju inflasi 4,9 persen, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan lima persen, nilai tukar rupiah Rp9.300 per dolar AS, harga minyak 100 dolar AS per barel dan “lifting” minyak 900.000 barel per hari.

Selain keenam asumsi ekonomi makro tadi, mulai RAPBN tahun 2013, Pemerintah juga akan menggunakan “lifting” gas, sebagai salah satu basis perhitungan penerimaan negara yang berasal dari sumber daya alam selain minyak mentah yaitu berada pada kisaran 1,36 juta barel setara minyak per hari.

Presiden menjelaskan, kebijakan fiskal 2013 mendatang diarahkan untuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan melalui Upaya Penyehatan Fiskal”, yaitu dengan menekankan pentingnya mendorong stimulus fiskal yang terukur, dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga APBN yang sehat dalam rangka mewujudkan kondisi fiskal yang berkesinambungan.

“Upaya untuk menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal, kita tempuh melalui dua strategi pokok, yaitu mengendalikan defisit anggaran pada tingkat yang aman dan menurunkan rasio utang terhadap PDB dalam batas yang manageable,” katanya.

Sasaran ini, lanjutnya, akan dicapai melalui upaya-upaya untuk mengembangkan secara optimal sumber-sumber pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim dunia usaha, selalu menjaga disiplin anggaran dan dengan melaksanakan kebijakan pinjaman pemerintah yang prudent.

“Sedangkan untuk mendorong peran APBN sebagai stimulus pembangunan, kita harus terus meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi berbagai jenis belanja yang kurang produktif; menghilangkan sumber-sumber kebocoran anggaran yang masih ada; memperlancar penyerapan anggaran; dan meningkatkan secara signifikan anggaran infrastruktur untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja,” paparnya.

Melalui berbagai langkah itulah, menurutnya, diharapkan APBN tahun 2013 dapat dikelola secara efisien, efektif, transparan dan akuntabel, sehingga benar-benar dapat memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.

Presiden menyebutkan, dalam RAPBN 2013, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp1.507,7 triliun atau naikn 11 persen dari target pendapatan negara pada APBN-P 2012. Sementara itu, anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp1.657,9 triliun, naik 7,1 persen dari pagu belanja negara pada APBN-P 2012.

“Dengan konfigurasi seperti itu, dalam RAPBN 2013 kita upayakan untuk mengendalikan defisit anggaran menjadi Rp150,2 triliun atau 1,6 persen dari PDB, turun dari defisit APBN-P 2012 sebesar 2,23 persen dari PDB,” demikian Presiden Yudhoyono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s